"بيني وبينك"
Thursday, 15 July 2010
DEBAT KUSIR TENTANG AYAM
pengawal agar mengumumkan kepada rakyat bahwa kerajaan mengadakan
sayembara untuk umum. Sayembara itu berupa pertanyaan yang mudah tetapi
memerlukan jawaban yang tepat dan masuk akal. Barangsiapa yang bisa
menjawab pertanyaan itu akan mendapat imbalan yang amat menggiurkan.
Satu pundi penuh uang emas. Tetapi bila tidak bisa menjawab maka hukuman
yang menjadi akibatnya.
Banyak rakyat yang ingin mengikuti sayembara itu terutama orang-orang
miskin. Beberapa dari mereka sampai meneteskan air liur. Mengingat beratnya
hukuman yang akan dijatuhkan maka tak mengherankan bila pesertanya hanya
empat orang. Dan salah satu dari para peserta yang amat sedikit itu adalah Abu
Nawas.
Aturan main sayembara itu ada dua. Pertama, jawaban harus masuk akal.
Kedua, peserta harus mampu menjawab sanggahan dari Baginda sendiri.
Pada hari yang telah ditetapkan para peserta sudah siap di depan panggung.
Baginda duduk di atas panggung. Beliau memanggil peserta pertama. Peserta
pertama maju dengan tubuh gemetar. Baginda bertanya,
"Manakah yang lebih dahulu, telur atau ayam?" "Telur." jawab peserta pertama.
"Apa alasannya?" tanya Baginda.
"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur." kata
peserta pertama menjelaskan.
"Kalau begitu siapa yang mengerami telur itu?" sanggah Baginda. .
Peserta pertama pucat pasi. Wajahnya mendadak berubah putih seperti kertas.
la tidak bisa menjawab. Tanpa ampun ia dimasukkan ke dalam penjara.
Kemudian peserta kedua maju. la berkata,
"Paduka yang mulia, sebenarnya telur dan ayam tercipta dalam waktu yang
bersamaan."
"Bagaimana bisa bersamaan?" tanya Baginda.
"Bila ayam lebih dahulu itu tidak mungkin karena ayam berasal dari telur. Bila
telur lebih dahulu itu juga tidak mungkin karena telur tidak bisa menetas tanpa
dierami." kata peserta kedua dengan mantap.
"Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan?" sanggah Baginda
memojokkan. Peserta kedua bingung. la pun dijebloskan ke dalam penjara.
Lalu giliran peserta ketiga. la berkata;
"Tuanku yang mulia, sebenarnya ayam tercipta lebih dahulu daripada telur."
"Sebutkan alasanmu." kata Baginda.
"Menurut hamba, yang pertama tercipta adalah ayam betina." kata peserta
ketiga meyakinkan.
"Lalu bagaimana ayam betina bisa beranak-pinak seperti sekarang. Sedangkan
ayam jantan tidak ada." kata Baginda memancing.
"Ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan. Telur dierami sendiri. Lalu
menetas dan menurunkan anak ayam jantan. Kemudian menjadi ayam jantan
dewasa dan mengawini induknya sendiri." peserta ketiga berusaha
menjelaskan.
"Bagaimana bila ayam betina mati sebelum ayam jantan yang sudah dewasa
sempat mengawininya?"
Peserta ketiga pun tidak bisa menjawab sanggahan Baginda. la pun dimasukkan
ke penjara.
Kini tiba giliran Abu Nawas. la berkata, "Yang pasti adalah telur dulu, baru
ayam."
"Coba terangkan secara logis." kata Baginda ingin tahu "Ayam bisa mengenal
telur, sebaliknya telur tidak mengenal ayam." kata Abu Nawas singkat.
Agak lama Baginda Raja merenung. Kali ini Baginda tidak nyanggah alasan Abu
Nawas.
Monday, 12 July 2010
HATI-HATI DENGAN RASA RINDU

Jangan pernah merindukan sesuatu secara berlebihan. Karena, yang demikian itu menyebabkan kegelisahan yang tak pernah padam. Seorang muslim akan bahagia ketika ia dapat menjauhi keluh kesah, kesedihan dan kerinduan. Demikian pula ketika ia dapat mengatasi keterasingan, keterputuasaan dan keterpisahan yang dikeluhkan para penyair. Betapapun yang demikian itu adalah tanda kehampaan hati.
“Tidakkah kamu melihat orang2 yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Rabbnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya?” (QS Al Jatsiyah: 23)
-Akulah yang menarik ujung kematian itu, siapakah yang akan dituntut padahal si korban adalah si terdakwa itu sendiri-
Maksud bait syair ini, kita berhak merasakan sakit dan menderita sebab kita adalah penyebab utama dari semua yang terjadi pada diri kita. Seseorang yang berasal dari Andalusia menyombongkan dirinya karena bisa merasakan suka yang melebihi batas.
-Sebelum aku, orang mengeluh berat berpisah, dan ketakutan muncul pada yang mati dan yang hidup.
Jika rusuk2ku menghimpun, maka aku tidak akan lagi mendengar dan tidak pula melihat-
Bila saja diantara tulang2nya berhimpun ketaqwaan, dzikir, kesadaran rohani dan ilahiyah, maka kebenaran akan bisa dicapai. Disamping itu, bukti akan menjadi semakin jelas dan kebenaran akan terlihat.
“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang2 yang bertaqwa bila mereka ditimpa was2 dari syetan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan2nya” (QS Al A’raf : 200 – 201)
Ibnul Qayyim telah memberikan terapi yang sangat manjur tentang masalah ini dalam bukunya yang sangat terkenal Ad Da’wad Dawa’ atau Al Jawab asy Syafi’ an Man Sa’ala ‘anid Dawa’ asy Syafi’. Saya sarankan pembaca untuk merujuk kepada kedua buku tersebut. Rasa suka yang berlebihan itu banyak sebabnya. Diantaranya,
1. Hati yang tidak terisi oleh rasa cinta, rasa syukur, dzikir, dan ibadah kepada Allah.
2. Membiarkan mata jalang. Mengumbar mata adalah jalan yang menghantarkan pada kesedihan dan keresahan :
“Katakanlah kepada orang2 laki2 yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..” (QS An Nur:30)
Rasulullah juga bersabda: ‘Pandangan (mata) itu adalah satu dari sekian banyak anak panah iblis’
-Jika kau liarkan matamu kepada semua mata, maka semua pemandangan akan membuatmu lelah.
Kaulihat pemandangan, tapi tak seluruhnya mampu kau lihat dan kau tatap-
3. Meremehkan ibadah, dzikir, doa, dan sholat nafilah. “Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan2 keji dan munkar” (QS Al Ankabut : 45)
Ada pun obatnya,
“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih” (QS Yusuf: 24)
1. Berusaha untuk selalu berada dipintu2 ibadah dan memohon kesembuhan kepada Yang Maha Agung.
2. Merendahkan pandangan dan menjaga kemaluan. “..mereka menahan pandangannya dan memelihara
kemaluannya..”(QS An Nuur : 30), ” Dan orang2 yang menjaga kemaluan mereka” (QS Al Mu’minun : 5)
3. Menjauhkan hati dari hal2 yang bisa mengikatnya dan berusaha melupakannya.
4. Menyibukkan diri dengan amal sholeh dan berguna. ” Sesungguhnya mereka adalah orang2 yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami denagn harap dan cemas ” (QS. Al-anbiya : 21)
5. Menikah secara syar’i. ” Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ” (QS. An Nisa : 3)
” Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya “. (QS. Ar Rum : 21)
Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah mampu untuk menikah, hendaklah menikah.”
Tuesday, 1 June 2010
CINTA DIANTARA AKU DAN ENGKAU~~
“Saya sedang bercinta sekarang. Saya tahu tindakan kami ini salah, dan saya sering ingin mengelak, namun saya juga sering gagal. Apakah nasihat ustaz kepada saya yang sedang kebinggungan” Keluh seorang mahasiswi.
Persoalan yang berkaitan dengan hubungan palsu ini memang komplektif untuk dibincangkan, banyak menimbulkan tanda tanya, di manakah garis pemisah yang sebenarnya, dan persoalan-persoalan mengenai kaedah betul untuk meleraikan ikatan hubungan haram yang telah terbina.
SERING TEWAS PADA KATA NAFSU
Memang penat bila berada dalam keadaan yang tidak pasti. Perempuan akan terasa teramat perit bila janji yang ditabur semasa melayan cinta buta, tiba-tiba terputus dipertengahan jalan.
Tidak rugi sandarkan harapan kepada Allah Taala, kerana masa depan, jodoh dan pertemuan dengan pasangan adalah di Tangan Allah Taala bukan di tangan si dia, walaupun si dia memberikan kepastian yang kalian berdua akan bersama nanti. Kita kena ingat Allah Taala penentu segalanya, andai diizinkan-Nya, maka bersatulah kalian.
Kalau hubungan yang meragukan ini masih kurang pasti masa depannya, kenapa perlu habiskan masa untukk fikirkannya? Kejarlah sesuatu yang pasti akan menjadi milik anda, iaitu kejayaan dalam pelajaran, dan membantu keluarga bila sudah berkerjaya kelak.
Dalam bercinta, sekuat manapun kita berusaha untuk mempertahankan dan membina impian indah, ia belum mampu menjanjikan sebuah episod kesudahan yang manis. Tapi dalam pelajaran, semakin kita berusaha, makin kita pasti kejayaan itu akan jadi milik kita, kerana Allah Taala tidak akan sia-siakan usaha hamba-Nya yang berusaha ke arah kebaikan. Pertanyaan ikhlas penulis:
Adakah yang kalian lakukan semasa melayan cinta palsu ini dikira sebagai usaha ke arah kebaikan?
KASIH ABADI HANYA PADA HAK
Kita sedia maklum cinta adalah fitrah bagi setiap insan, setiap makhluk hatta haiwan sendiri mempunyai keinginn untuk berpasang-pasangan, jadi bercintalah tetapi mesti pada tempat yang betul iaitu yang telah disyari-‘atkan.
Jika bercinta hanya sekadar suka-suka, cubalah untuk hindari rasa cinta itu kerana ianya hanyalah mainan syaitan. Tetapi jika cinta yang menjurus ke arah perkahwinan, jagalah cinta itu baik-baik kerana cinta kita kepada Sang Pencipta Cinta.
Ramai di kalangan para sahabat yang merupakan mahasiswa, masih menuntut berhasrat untuk menghabiskan pelajaran dan kemudian baru memikirkan soal kahwin, penulis amat menyokong niat suci itu. Namun jika kemampuan untuk berbuat demikian (berumahtangga) sebagai menyahut seruan yang telah sampai, lakukanlah dengan jujur dan ikhlas sebagai suami dan isteri.
Ingat ! Jodoh pertemuan ditentukan Allah Taala. Bercinta sahaja bukan jalan untuk kita memiliki orang yang kita cintai. Apa yang kita mahukan adalah redha Allah Taala semata-mata kerana kepada-Nya jua kita dikembalikan.
Andai ada di kalangan sahabat kalian yang mencintai seseorang, tetapi ingin menghindari dari berlaku perkara yang boleh melanggar batas-batas syara’, janganlah rasa bimbang jika tidak bercinta. Berdoalah kepada Allah Taala. Hubungan yang diredhai Allah Taala itu adalah terbaik.
Maka amat celakalah jika agama diadatkan. Ingatlah wahai sahabat bahawa cinta tanpa hala tuju hanya mengundang musibah yang cukup besar dalam hidup anda. Penawarnya belum tentu terjumpa, kalau ada sekalipun belum tentu mujarab sepenuhnya, kesan parutnya tetap ada.
Definasi cinta itu buta pada penulis adalah bila seseorang bercinta, mereka menjadi buta terhadap sekeliling, terhadap hukum, dan syari-‘at dengan merasakan segala perbuatan mereka benar walau mereka sedang melakukan maksiat.
Wahai sahabatku, janganlah bermimpi untuk ber-couple jika anda tidak cukup sayang kepada Allah Taala, Nabi dan keluarga. Anda tidak berlaku adil jika sanggup sayangkan perempuan, mahupun menyayangi lelaki yang belum muktamad menjadi suri hati kalian lebih daripada yang lain. Alangkah indah dan bahagianya bila Islam menjaga hubungan kita sesama muslim.
Saturday, 22 May 2010
Wanita pelengkap kaum Adam
WANITA dalam Islam mempunyai martabat yang tersendiri malah penciptaannya mempunyai rahsia, hikmah serta keistimewaan. Mereka bukan sahaja sebagai pelengkap kehidupan kaum adam tetapi juga penerus generasi manusia di alam ini.
Namun keistimewaan wanita bukanlah sampai ke tahap untuk diagungkan dan kelemahan mereka juga bukan bererti untuk dipijak dan ditindas.
Melihat asal kejadiannya juga yang dicipta dari sebahagian rusuk Nabi Adam a.s, ia tidak dicipta dari kepala kerana mereka bukan makhluk yang perlu dijunjung dan tidak juga diciptakan dari kaki kerana mereka bukan untuk dihina. Tetapi mereka dicipta daripada anggota yang dekat di hati untuk sayangi dan dilindungi.
Namun sejarah wanita dalam pelbagai tamadun dunia memperlihatkan pelbagai evolusi. Sama ada di bumi Arab, India dan China, sejarah wanita menyaksikan mereka menjadi pemuas nafsu kaum lelaki, dinafikan haknya dalam pemilikan harta, pendidikan, sosial dan sebagainya.
Kehadiran Islam meletakkan kedudukan mereka bersesuaian dengan fitrah kejadiannya. Mereka memiliki kekuatan tersembunyi yang sangat diperlukan oleh kaum lelaki sebagai penyempurna kehidupan.
Justeru, buku Wanita dan Keluarga ini membincangkan peranan wanita dalam pelbagai bidang seperti ekonomi, masyarakat dan rumah tangga. Ia boleh dijadikan panduan untuk kaum wanita dan juga lelaki.
Wanita pada hari ini juga sentiasa berhadapan dengan cabaran dan mampu mencabar golongan lelaki dalam pelbagai bidang terutama kerjaya.
Namun, pada masa yang sama tanggung jawab utama sebagai isteri dan ibu menuntut kepada perhatian dan kualiti yang sewajarnya. Buku ini juga mengupas peranan wanita dalam Islam termasuk aspek pemilihan jodoh, perkahwinan dan tanggung jawab serta peranan terhadap suami.
Contohnya, aspek ketakwaan, akhlak kepada suami serta kebijaksanaan dalam berkomunikasi. Walau bagaimanapun, buku ini bukan sahaja perlu dibaca oleh kaum wanita sebagai panduan berumah tangga tetapi juga kepada kaum lelaki dan suami supaya saling memahami peranan masing-masing.
Ini kerana kebahagiaan itu lahir dari kedua-dua pihak yang berfungsi serta berperanan mengikut lunas-lunas Islam.
Selain itu, buku berharga RM25 ini juga menyediakan panduan bagi ibu bapa dalam mendidik anak-anak dalam menghadapi cabaran semasa. Bermula saat kehamilan, pendidikan anak dalam kandungan, kelahiran dan seterusnya sehingga anak itu membesar dan menjadi dewasa.
Peranan ibu bapa tidak pernah terhenti selagi nyawa di kandung badan. Pelbagai budaya hedonisme yang melingkari kehidupan masyarakat pada hari ini memerlukan ibu bapa mempertingkatkan ilmu serta bijak menangani perubahan minda dan sikap anak-anak.
Justeru, tidak ada erti pencen dalam mendidik anak-anak bagi ibu bapa waima anak itu telah berkahwin.
Transisi dunia kanak-kanak kepada remaja juga perlu difahami oleh ibu bapa supaya mendekati mereka dengan lebih berhemah dan menjadikan mereka sebagai sahabat.
Firman Allah SWT dalam surah Luqman ayat 33 adalah antara panduan yang perlu dijadikan panduan dalam pendidikan anak-anak: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah suatu hari (pada hari itu) seorang bapa tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapanya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah SWT adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.
Saturday, 8 May 2010
Hati menjadi beku, mati akibat ketawa melampau
SUKA dan duka menjadi asam garam kehidupan. Setiap insan sering dihadapkan dengan pelbagai keadaan hidup. Menangis dan hiba sering dikaitkan dengan kedukaan atau penderitaan. Ketawa pula selalu menjadi manifestasi keriangan dan kepuasan yang tidak semua insan dapat merasai.Islam tidak melarang umatnya melahirkan rasa kegembiraan dan kepuasan hati mereka dengan ketawa. Namun, sebagai agama syumul dengan pelbagai adab dan disiplin, syariat tetap membataskan tahap ketawa yang dibenarkan. Ini bagi mengelakkan umat Islam dipandang rendah martabatnya oleh orang lain. Ini menyingkap sirah Rasulullah ketika hebat melancarkan misi dakwah melalui jihad perang selepas hijrah ke Madinah.
Allah menempelak sebahagian tentera munafik yang pada mulanya menyatakan persetujuan bersama Nabi Muhammad di medan peperangan. Bagaimanapun, mereka membatalkan janji dan persetujuan pada saat genting tentera Islam bakal berperang dengan kekuatan tentera musyrikin Quraisy dalam Perang Uhud.
Berikutan peristiwa itu, Allah berfirman bermaksud: “Oleh itu bolehlah mereka ketawa sedikit (di dunia ini) dan mereka akan menangis banyak (di akhirat kelak), sebagai balasan bagi apa yang mereka usahakan.” (Surah at-Taubah: 82).
Jelas daripada maksud ayat ini, Allah mengungkapkan sifat lazim kaum munafik selalunya suka mengamal tabiat ketawa berlebihan. Sedih, murung, riang, gembira dan ketawa adalah sentuhan naluri semula jadi tetapi Islam tetap mengehadkan untuk mengelak berlaku keadaan yang melampau.
Islam menyediakan pilihan yang boleh diamalkan bagi mengelak kita daripada bertindak di luar batasan kemanusiaan apabila hati dan perasaan bertindak balas dengan apa yang dialami. Rasulullah bersabda bermaksud: “Dan janganlah kamu banyak ketawa kerana banyak ketawa itu mematikan hati.” (Riwayat Ahmad dan at-Tirmizi)
Sewajarnya setiap insan mukmin segera menginsafi diri untuk tidak menjadikan ketawa sebagai perantara menzahirkan perasaan tersendiri dengan cara berlebihan. Hal ini kerana dibimbangi boleh membawa kepada beku dan matinya hati.
Saidina Umar al-Khattab pernah berkata, seseorang yang banyak ketawa nescaya akan kurang rasa takutnya kepada Allah. Apabila rasa takutnya berkurangan, maka akan kuranglah taatnya kepada Allah.
Ketawa yang sampai ke tahap berlebihan akan lebih mengundang perkara negatif. Orang banyak ketawa lebih suka membiarkan masa berlalu tanpa diisi dengan sesuatu bermanfaat. Banyak ketawa juga boleh melupakan manusia daripada mengingati mati dan himpunan dosa yang menimbun dalam diri.
Apabila lupa kepada mati, manusia lupa membuat persiapan menuju ke alam abadi kerana terlalu leka dengan keindahan, kekayaan, keseronokan dan kegembiraan yang tidak lebih hanya bersifat sementara.
Justeru, bermuhasabah diri adalah jalan paling terbaik supaya tidak terlalu leka dengan keseronokan dan keriangan yang dinikmati di dunia.
Kita juga diminta tidak mudah berpuas hati dan leka dengan pencapaian tersendiri dan akhirnya menjadikan ketawa sebagai teman kepada keseronokan
Friday, 30 April 2010
KESAKSIAN IBLIS.....

Edisi ini saya akan berbagi tentang suatu hadits yang luar biasa dahsyat maknanya. Saya yakin cukup dengan suatu hadist ini jika setiap kita membaca, menyelami dan mengamalkannya dengan baik insya Allah kita akam menjadi mukmin sejati. Tak perlu berpanjang, berikut kutipan lengkapnya :
Dari Muadz bin Jabal dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seorang dari luar rumah:” wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku “Rasulullah bersabda.” Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”. Beliau melanjutkan, “itu iblis, laknat Allah bersamanya.” Umar bin Khattab berkata : “izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah”. Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik”.
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”, Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: ” Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
“Siapa yang memaksamu?”
“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin “.
“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”.
*Orang yang dibenci Iblis*
Rasulullah SAW lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”
“Lalu Siapa lagi?”
“Orang alim dan wara’ (loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci.”
“Siapa lagi?”
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar”.
“Selanjutnya apa?”
“Orang yang bersyukur”
“Apa tanda kesukurannya ?”
“ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.
“Orang seperti Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab ?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?”
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT).
* Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis*
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat ?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar,” “kenapa ?”
“Sebab, setiap seorang hamba abersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa ?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji ?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca al – qur’an ?”
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api”
“Jika ia bersedekah”
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu ?”
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu ?”
“Suara kuda perang dijalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu ?”
“Taubat orang bertaubat.”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng wajahmu ?”
“ Sedekah yang diam – diam.”
“ Apa yang dapat merusak wajahmu ?”
“ Shalat fajar.”
“ Apa yang dapat memukul kepalamu ?”
“Shalat berjama’ah.”
“ Apa yang paling mengganggumu ?”
“ Majelis para ulama.”
“ Bagaimana cara makanmu ?”
“ Dengan tangan kiri dan jariku .”
“ Dimanakah kau menaungi anak – anak mu dimusim panas ?”
“ Dibawah kuku manusia .”
* Manusia Yang Menjadi Teman Iblis*
Nabi lalu bertanya : “Siapa temanmu wahai Iblis ?”
“Pemakan riba”
“Siapa sahabatmu ?”
“ Pezina”
“ Siapa teman tidurmu “
“ Pemabuk. “
“ Siapa utusanmu ?”
“ Tukang sihir.”
“ Apa yang membuatmu gembira ?”
“ Bersumpah dengan cerai.”
“ Siapa kekasihmu?”
“ Orang yang meninggalkan shalat jum’at.”
“ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu ?”
“ Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja.”
*Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas*
Rasullullah SAW lalu bersabda :”Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu”.
“Iblis segera menimpali : “ tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”
“Tidaklah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku. “
*Iblis dibantu oleh 70.000 anak – anaknya*
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak dan setiap anak memilki 70.000 syaitan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak – anak muda, sebagian untuk mengganggu orang tua sebagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid. Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjama’ah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjama’ah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada dilidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaitan juga berkata ,”Keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak –anakku selalu menyusup dan berubah ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad ? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.
*Cara Iblis Menggoda*
Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.
Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur – ngulur shalat, Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya ke mukanya.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘salatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.
Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. I apun shalat seperti ayam yang mematuk beras.
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.
Kebahagiaan apa untukmu, sedangfkan aku amemerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, “Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.
Ia pun mati dalamkekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, apakh engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam ?”
*10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT*
“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“ Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”(Qs Al Isra :64).
Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.
Aku minta agar bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “ Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).
Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silakan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : “ Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat : “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud : 118 – 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku: (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata : “Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk – makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”
Sumber : Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi /Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
( Ulama wara berkata : Berbuat baiklah sekuat tenagamu untuk mencapai SYURGA,dan janganlah engkau Menyandarkan terlebih dahulu kepada TAKDIR ).
Monday, 19 April 2010
SeLeMBaR BuLu MaTa..

Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Dia berputus asa dan amat berduka sebab sebentar lagi akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, terdengar suara yang amat lembut dari selembar bulu matanya “saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi”
“silakan” kata malaikat. Selembar bulu mata pun berkata : “ secara terus terang, menjelang ajalnya iaitu pada suatu tengah malam yang lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabi Muhammad S.A.W pernah berjanji bahawa apabila ada seorang hamba kemudianya bertaubat walaupun selembar bulu matanya saja yang terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya daripada api neraka.. maka saya, selaku selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan”.
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka dan dihantarkan ke syurga. sampai terdengar suara bergaung para penghuni syurga. Lihatlah, hamba Tuhan ini masuk syurga kerana pertolongan selembar bulu mata.
## Ya Allah.. aku memohon pimpinanmu untuk menjilatkan hati ini dalam melaksanakan ibadah dan mengalir khazanah kitab sucimu di bawah redupan payung kebenaran ##